contoh personal branding diri sendiri

5 Contoh Personal Branding Diri Sendiri yang Bisa Anda Tiru

“Seperti apa aku ingin dikenali?” Pertanyaan mendasar ini, hampir ada di kepala setiap orang yang mau mulai personal branding. Daripada belum punya arah yang bisa Anda temukan, contoh personal branding diri sendiri yang kami sediakan di sini cukup bisa Anda jadikan referensi.

Anda bisa membranding pribadi sebagai apa pun. Bisa seorang profesional yang selalu jadi rujukan, seorang ilustrator dengan gaya khas tersendiri, sampai dengan seorang pengusaha yang membuat kesan sangat dekat dengan semua orang. 

Mau tahu? Cek sini!

Contoh Personal Branding Diri Sendiri, Bisa Jadi Referensi!

Mau mencoba membranding diri sendiri tapi belum ada persona yang tepat untuk Anda? Simak di sini: 

1. Profesional yang Jadi “Go-To Person” di Bidangnya

Kalau mau contoh personal branding di media sosial yang bisa Anda adaptasi, cobalah jadi sosok profesional “Go-To Person”. Bagaimana maksudnya? 

Anggap saja, Anda seorang content writer yang terkenal dengan kemampuan dan pengetahuannya soal dunia kepenulisan. 

Kemudian, ia sering membagikan tips-tips SEO di LinkedIn, misalnya dengan membagikan tips bikin paragraf pembuka, informasi soal kesalahan-kesalahan pemula, dan juga caranya membangun karakter atau gaya menulisnya sendiri. 

Di media sosialnya, ia pun membagikan infografis sederhana mengenai bagaimana ia menulis dan menjawab banyak pertanyaan. 

Intinya, ia sedang mem-branding dirinya sebagai orang yang bisa diandalkan dalam content writing dan jika ada yang butuh konsultasi, ia juga mampu menyediakannya. 

2. Personal Branding dari Oprah Winfrey

Selain branding profesional yang go-to person, Anda pun bisa menggunakan contoh personal branding diri sendiri satu ini. 

Oprah Winfrey, seorang wanita yang bahkan dapat julukan sebagai Queen of All Media bisa jadi contoh mantap untuk hal ini.

Oprah, berhasil membangun citranya yang orisinil, inspiratif, dan juga penuh empati. Semua ini berkat keterampilannya untuk membangun koneksi dengan banyak orang. 

3. Seorang Ilustrator dengan Gaya Pastel yang Konsisten

Kemudian, contoh personal branding diri sendiri review yang bisa Anda adaptasi yakni seorang ilustrator dengan gaya khas. Misalnya, yang sering menggunakan warna-warna pastel yang mencuri perhatian. 

Lama-lama, orang jadi hafal dengan karya ber-tone dreamy seperti yang Anda buat. Audiensmu, pasti keinget bahkan sebelum baca username media sosial. 

4. Pengusaha Muda yang Dekat dengan Audiens

Anda punya usaha sendiri? Coba branding sebagai pengusaha muda yang dekat dengan audiens. 

Anda bisa membagikan proses di balik layar bisnis. Bukan buat flexing omzet atau memberikan testimoni, tapi gimana ceritamu beresin stok yang telat, karyawan yang kadang mageran, atau keputusan-keputusan yang Anda buat. 

Dengan cara ini, Anda bisa membangun branding sebagai sosok transparan, hangat, dan juga dekat. Brand bisnis dan usahamu juga bisa terangkat karena ini. 

5. Seorang Tech Enthusiast yang Memanusiakan Teknologi

Sering mengotak-atik teknologi dan mencari tahu informasi teknologi terbaru? Bisa juga branding sebagai tech enthusiast yang mampu memanusiakan teknologi. 

Gimana maksudnya? Umumnya, topik teknologi itu sukar masyarakat awam pahami. Sedangkan Anda, begitu paham dengan dunia teknologi seperti anak SD yang tahu kalau permen itu manis. 

Jika begini, “gap” pemahaman dan pengaplikasiannya bisa Anda gunakan sebagai celah untuk branding. Misalnya, membuat teknologi yang nampak sulit, menjadi sangat applicable untuk kebutuhan sehari-hari. 

Siap Bangun Personal Branding yang Kuat? 

Sekarang, Anda tak perlu lagi menunggu followers ribuan atau jutaan untuk memulai personal branding. Cukup jadi diri sendiri dan sosok yang Anda inginkan, itu sudah cukup sebagai modal utama. 

Kalau Anda butuh partner yang bisa bantu visual, tone, sampai dengan konten media yang mewakili brand Anda, Salfan Creative Group bisa membantu. Let’s work together!

Comments are closed.