Sama seperti cari pasangan, konsumen yang setia dengan Anda punya tahapan tersendiri dari mengenal produk sampai dengan setuju buat “beli”. Semua itu, namanya tahapan marketing funnel.
Marketing funnel itu peta perjalanan dari konsumen, dari yang awalnya cuma tahu, sampai jadi pelanggan yang setia.
Setiap tahapannya tentu penting dan di sana, ada juga strategi efektif untuk memaksimalkan tahapannya. Ingin tahu semua? Cek!
Tahapan Marketing Funnel
Setidaknya, ada lima tahapan marketing funnel yang menjelaskan bagaimana konsumen Anda kenal sampai jadi pelanggan setia:
1. Awareness, Bikin Orang Kenal dengan Produk Anda
Tahap awal ini adalah soal memperkenalkan merek Anda ke audiens. Di tahap awal, calon pelanggan pasti belum tahu apa-apa tentang produk Anda, jadi tugas utama adalah menarik perhatian mereka.
Biasanya, marketing funnel strategy yang efektif untuk membuat orang-orang kenal dengan produk bisa dengan media sosial, beriklan di Google, atau bisa menggunakan blog yang informatif.
Ketiganya juga bisa Anda mix untuk mendapatkan reach yang lebih baik. Contohnya, Anda bikin video TikTok yang nunjukin kalau produk yang dimiliki bisa jadi solusi dan permasalahan tertentu.
2. Interest, Saat Anda Harus Bikin Orang Ingin Tahu
Setelah audiens atau calon pelanggan sudah kenal dengan merk Anda, kini saatnya bikin mereka lebih penasaran.
Pada tahap ini, mereka sudah mulai googliing, baca-baca, atau banyak tanya soal produk.
Dalam berbagai referensi marketing, tahap ini begitu krusial buat membangun hubungan.
Bikin soft-selling saja, karena kalau di tahap ini Anda sudah melakukan hard-selling, maka mereka akan tahu niat di balik konten-konten yang Anda buat.
Strateginya, bikin konten edukatif seperti artikel yang cukup mendalam, webinar, infografis, atau sejenisnya. Bisa juga berbagi cerita dari orang-orang yang sudah pakai produk Anda.
3. Consideration, Bikin Calon Konsumen Dateng untuk Memilih Anda
Di sini, prospek mulai serius mempertimbangkan produk Anda, tapi mereka juga melirik kompetitor. Ini seperti calon konsumen di tahap kebingungan, menimbang-nimbang mana yang terbaik.
Tahap ini sering jadi yang paling panjang karena banyak faktor yang memengaruhi keputusan. Contoh marketing funnel yang efektif untuk tahap ini adalah memberikan bukti nyata seperti testimoni pelanggan, uji coba gratis, atau studi kasus.
Anda pun bisa mengirim pesan personal untuk memberi tahu apa saja keunggulan produk. Dalam tahapan marketing funnel ini juga, Anda bisa menonjolkan hal yang membuat produk beda dari milik kompetitor.
4. Conversion, Tahapan Ketika Pelanggan Terdorong untuk Melakukan Pembelian
Ini adalah momen ketika pelanggan Anda akan menekan tombol “beli”. Namun, tugas Anda tidak berhenti di situ.
Anda harus memastikan kalau pengalaman pelanggan sangat memuaskan dari awal. Bagaimana caranya?
Bisa dengan memberikan mekanisme checkout yang mudah, menawarkan potongan harga, sampai garansi yang bikin mereka yakin.
Cek juga seberapa baik tingkat konversinya untuk tahu strategi yang jalan atau perlu perbaikan.
5. Retention & Advocacy
Sebenarnya, tahapan marketing funnel itu kebanyakan hanya terbagi jadi empat bagian. Tapi, ada satu tahap yang sebenarnya juga penting karena bisa bikin pelanggan makin lengket dengan bisnis yang Anda miliki.
Tahap ini juga banyak pebisnis lupakan, padahal di sini adalah tahap yang membuat mereka bisa balik lagi (retention). Sedangkan untuk advokasi, ialah ketika mereka cerita ke orang-orang terdekatnya mengenai betapa bagus produk yang Anda punya.
Ingin Mewujudkan Brand Anda Sendiri dengan Funnel Marketing Rapi?
Kalau Anda ingin membangun brand sendiri dan mau funnel marketing-nya rapi, Salfan Creative Group. Kami akan membantu Anda menciptakan cerita merek, konten-konten strategis, pengiklanan, bahkan hingga desain grafis yang bikin orang tertarik.
Nggak perlu pusing lagi rekrut tim in-house dan harus briefing tiap hari. Salfan Creative Group, siap jadi partner kreatif bisnis Anda. Let’s create something extraordinary together!

